Minggu, 07 Februari 2016

Manusia biasa yang luar biasa setelah Nabi dan Rasul


Mengimani tanpa Nanti, Meneladani tanpa Tapi


Dia adalah orang yang pertama kali dan bersegera menyatakan kebenaran Rasulullah Shallallahu `alayhi wa Sallamdan selalu bersikap jujur dan benar. Kaum muslimin sepakat menamakannya dengan gelar Ash-Shiddiq. Dia adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq, khalifah pertama Rasulullah. Dia bernama asli Abdullah bin Abu Quhafah Utsman bin Amir bin Amr bin Ka`ab bin Sa`ad bin Taym bin Murrah bin Ka`ab bin Lu`ay bin Ghalib, Al-Quraysi, At-Tamimi. Nasabnya bertemu dengan nasab Rasulullah di kakeknya, Murrah. Dia juga diberi julukan Atiq, karena dia dianggap lepas dari neraka, berwajah rupawan, dan dalam silsilah keturunannya tidak ada yang mengandung aib.
Abu Bakar Ash-Shiddiq dilahirkan dua tahun dua bulan setelah kelahiran Rasulullah Shallallahu `alayhi wa Sallam. Dan meninggal dalam usia enam puluh tiga tahun sebagaimana usia Rasulullah Shallallahu `alayhi wa Sallam. Di masa Jahiliyah, dia termasuk tokoh Quraisy yang selalu dimintai nasihat dan pertimbangan dan sangat dicintai oleh kaumnya. Namun tatkala Islam menyapa jiwanya, dia langsung masuk Islam dengan sempurna. Mengimani apa yang disampaikan dan dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu `alayhi wa Sallam. Sehingga dia termasuk ke dalam golongan yang masuk Islam pada waktu awal.
Dia adalah orang yang menemani Rasulullah Shallallahu `alayhi wa Sallam dari Mekah menuju ke Madinah. Kedua anaknya pun memiliki akhlak yang tidak kalah mulia dengan bapaknya. Mereka adalah Aisyah dan Asma` binti Abu bakar yang turut menyiapkan perbekalan untuk hijrah. Bahkan Asma` binti Abu Bakar memotong ikat pinggangnya menjadi dua untuk mengikat, karenanya Asma juga disebut Dzatun-Nithaqain (yang mempunyai dua ikat pinggang).
Dia juga adalah orang yang pertama kali membenarkan suatu peristiwa yang dialami Rasulullah Shallallahu `alayhi wa Sallam ketika semua orang mendustakannya. Suatu peristiwa yang rasanya tidak akan mungkin dilakukan oleh seseorang dalam waktu semalam. Yaitu sebuah perjalanan dari Masjidil Haram ke Baitul Maqdis lalu ke Sidratul Muntaha untuk mendapatkan perintah langsung dari Allah agar melaksanakan ibadah shalat.
Rasulullah bersabda, “Tidak ada salah sorang pun dari kalian yang telah memberikan harta dan jiwanya daripada Abu Bakar. Ia telah menolongku dengan hartanya, membenarkanku ketika manusia mendustakanku, dan menikahkanku dengan putrinya.
Dia adalah orang yang mengimani Rasulullah Shallallahu `alayhi wa Sallam tanpa tapi dan nanti. Bahkan untuk urusan kematian Allah takdirkan Abu Bakar meninggal karena sebab yang sama dengan kematian Rasulullah. Dari Saif dan Al-Hakim meriwayatkan dari Ibnu Umar dia berkata,  “Penyebab kematian Abu Bakar adalah sama dengan kematian Rasulullah. Dia itu sangat sedih, hingga badannya kurus dan akhirnya dia meninggal.”. Ya, Abu Bakar memang orang yang paling tepat dan pantas menjadi khalifah pertama Rasulullah. Sungguh dia adalah manusia terbaik setelah Nabi dan Rasul, yang apabila kadar keimanannya ditimbang dengan dengan keimanan semua manusia di bumi kecuali Nabi dan Rasul masih berat iman Abu Bakar.

Sumber
1.      Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyyurahman Al Mubarakfuri
2.      Tarikh Khulafa karya Imam As-Suyuthi